Yogyakarta, Kominfo – Perubahan akibat teknologi akibat digitalisasi saat ini berlangsung begitu cepat. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak akademisi untuk senantiasa bersikap adaptif terhadap perubahan yang terjadi. 

“Tiba-tiba saja muncul disiplin ilmu yang baru keterampilan baru dan lapangan kerja baru dengan kualifikasi yang serba baru yang sebelumnya tidak kita kenal kita harus dapat mengantisipasi dan bersikap adaptif untuk perubahan perubahan,” kata Rudiantara dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (19/08/2019).

Menteri Kominfo memaparkan potensi teknologi pengganti peran guru dan dosen. “Artificial Intelegence akan bisa menggantikan peran guru dan dosen. Peran guru peran dosen apa yang bisa digantikan kalau gurunya atau dosennya hanya menuangkan kembali memberikan dari buku-bukunya dicatat literaturnya dicatat disampaikan dengan cara monoton kepada murid,” jelasnya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mendorong agar tidak sekadar mengajar satu arah. Bahkan menyarankan agar lebih menjadi mentor. “Lebih banyak interaktif yang lebih banyak bersifat konseling yang lebih banyak yang bersifat mentoring. Kalau dosennya hanya mengajarkan satu arah dari literatur yang ada hanya masalah waktu guru dosen tersebut akan digantikan oleh yang namanya chatbot,” tuturnya.

Menteri Kominfo juga mengingatkan bahwa saat ini di seluruh dunia makin borderless. Artinya tidak mempunyai batas yang jelas. Dalam bidang ketenagakerjaan, akan terjadi arus bebas pertukaran tenaga kerja. Namun demikian, ia menyatakan satu hal yang membuat setiap mahasiswa bisa berkompetisi adalah kepemilikan sertifikasi.

“Free flow dari pekerja-pekerja dari Indonesia yang bersertifikat mempunyai hak untuk bekerja di kawasan di negara lain, juga di Indonesia. Jadi kalau kita tidak tidak mempersiapkan diri kita untuk meningkatkan kemampuan kita niscaya lapangan pekerjaan di Indonesia itu akan diambil oleh pencari kerja atau pekerja dari negara-negara lain terutama dari negara ASEAN,” tandasnya.

Didahului dengan yel-yel khas Eeeeoooo, Menteri Kominfo berusaha menyemangati mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum itu. Seluruh hadiri ikut meneriakkan yel-yel. Menteri Rudiantara juga mengutip ujaran Ki Hajar Dewantara.

“Dengan ilmu membuat kita menjadi mudah, dengan seni membuat kita menjadi indah dan dengan agama kita membuat menjadi lebih terarah. ilmu akan ditempuh seni sudah kita lalui bersama dan tinggal agama dijalankan masing-masing,” tutur Rudiantara yang mengikuti sejak awal rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNY. 

Acara yang berlangsung sedari pagi itu, dimeriahkan dengan aksi senam Maumere. Bahkan Menteri Kominfo ikut menyanyi bersama tembang dari Koes Plus, serta menyanyikan lagu Soldier of Fortune untuk mahasiswa baru UNY.

Jakarta, Kominfo – Di hari peringatan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan di era digital dengan menciptakan kejayaan digital Indonesia. 

Menteri Kominfo Rudiantara menjadi Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Anantakupa, Kementerian Kominfo, Sabtu (17/08/2019). – (AYH)

“Mari merdekakan bangsa menuju kejayaan digital. Mari kita serap kecemerlangan dan semangat para pemuda pahlawan pendahulu kita. Kita telikung keterbatasan agar justru menjadi kesempatan. Kita ubah lansekap ekonomi, mumpung sedang dalam tikungan menuju digital,” ajak Rudiantara dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Anantakupa, Kementerian Kominfo, Sabtu (17/08/2019).

Ekonomi digital, dalam pandangan Menteri Kominfo memungkinkan setiap orang memanfaatkan peluang yang ada. “Ekonomi digital memberi kita ruang untuk berusaha dengan cara-cara yang sama sekali baru. Tidak ada perbedaan antara muda-tua, kaya-dhuafa, warga kota-warga desa, kuliah-putus sekolah. Kecuali oleh mimpi dan kebaruan gagasan,” tandasnya.

Menurut Menteri Rudiantara, tidak ada alasan bagi generasi sekarang untuk membawa bangsa Indonesia.  “Jika generasi pejuang kemerdekaan, generasi era kolonial, yang penuh keterbatasan bisa. Maka tak ada alasan bagi kita, generasi kemerdekaan, generasi millenial, generasi Y, generasi Z, yang sudah diwarisi zamrud khatulistiwa ini untuk tidak bisa. Tak ada yang mustahil, tak ada yang tak mungkin, jika kita bercermin pada para pahlawan yang bertaruh nyawa untuk kemerdekaan bangsa,” ungkapnya.

Kesiapan sumberdaya manusia dinilai Menteri Rudiantara menjadi kunci. Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengajak semua pihak untuk meningkatkan kapasitas dan inovasi. “Kita tak nihil dalam hal sumberdaya manusia yang unggul. Namun kita butuh melipatgandakan jumlahnya, meningkatkan kapasitasnya, menggelitik inovasinya, dan memompanya dengan semangat baru. Agar menjadi bahan bakar yang memadai untuk menerbangkan roket ekonomi digital tinggi ke angkasa,” paparnya.

Upacara peringatan HUT RI di Kementerian Kominfo dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, administratur dan pengawas serta staf di lingkungan Kementerian Kominfo. 

Tahun ini, Peringatan HUT ke-74 RI mengangkat tema ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. Tema itu menggambarkan visi Pemerintah Indonesia yang terus berusaha dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Sedangkan, logo 74 yang digunakan saat ini memiliki arti yakni melambangkan empat semangat bangsa Indonesia saat ini, yakni sinergi, kolaborasi, inspirasi, serta semangat bekerja tiada henti dalam membangun negeri.

LINK BERITA

KEJAYAAN DIGITAL INDONESIA

Menteri Kominfo Rudiantara saat menyampaikan Orasi Kebangsaaan di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (14/8/2019). – (Humas UGM)

Yogyakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan hoaks atau berita bohong. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap orang selalu berpikir dulu sebelum menyebarkan informasi. 

“Jangan biarkan jempol lebih cepat daripada pikiran, mari bersama-sama lawan hoaks. Dan jangan mudah meneruskan informasi yang diperirakan tidak benar,” tegasnya saat menyampaikan Orasi Kebangsaaan di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (14/8/2019).

Menteri Rudiantara menyatakan perkembangan dunia digital bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi perkembangan dunia digital membawa dampak positif bagi masyarakat antara lain menurunkan tingkat kemiskinan, kesenjangan serta gini rasio. 

“Sebab, ekonmi digital selalu berbasis shraing ekonomi, menumbuhkan enterpreneur baru dan lainnya. Banyak bermunculan startup yang lebih mendekati koperasi dengan sifat gotog royong di dalamnya. Gotong-royong ini merupakan core dari Pancasila,” paparnya dalam orasi bertajuk Berita Bohong (Hoaks) Merusak Kesatuan Bangsa.

Meskipun demikian, Menteri Kominfo mengakui perkembangan dunia digital juga memiliki sisi negatif terutama berkaita dengan berita bohong atau hoaks. Bahkan, berita yang bersifat mengadu domba.

“Sebenarnya hoaks bukan karena memasuki era digital, ini sudah ada sejak zaman dulu. Namun, bukan berarti kita harus menerima hoaks,” tuturnya.

Menteri Rudiantara mengatakan pemerintah mengambil sejumlah upaya untuk membatasi penyebaran hoaks. Beberapa diantaranya dengan mengambil langkah membatasi akses, menutup fitur-fitur tertentu di dunia digital.

“Jadi, kita batasi. Yang dibatasi itu video dan gambar karena orang cenderung mudah tersulut emosi jika menerima gambar. Berbeda kalau teks, masyarakat akan membaca dan ada kesempatan untuk mencerna info yang diterima,” jelasnya.

Dia menyebutkan saat ini ada sekitar 14 negara yang juga memiliki kebijakan melakukan penutupan akses informasi saat terjadi penyebaran berita hoaks. Sementara Indonesia memberlakukan pembatasan akses untuk kepentingan stabilitas negara.

Menurut Rudiantara, Inggris dan Kanada memuji langkah Pemerintah Indonesia membatasi akses internet demi keamanan nasional menjelang pengumuman hasil pemilihan presiden 22-23 Mei lalu. “Di forum ‘Freedom of Media’ beberapa waktu lalu, Inggris dan Kanada memuji dan ingin meniru kebijakan pembatasan internet Mei lalu,” ujarnya .

Aktualisasi Pancasila

Menurut Menteri Kominfo hoaks membawa dampak negatif yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Karenanya saat ini pemerintah melakukan upaya secara berjenjang dengan meningkatkan literasi masyarakat sehingga mempunyai ketahanan terhadap infromasi yang diterima. Meskipun cara ini memerlukan waktu yang panjang dan biaya besar.

“Kita punya gerakan siber kreasi ada 100 organisasi yang setiap hari melakukan literasi,” ungkapnya.

Disamping itu, juga melakukan pengawasan isu di dunia maya dan penegakan hukum. Bahkan, penting untuk memasukan pelajaran literasi di dunia pendidikan. Seperti halnya yang dilakukan di Skandinavia, masyarakatnya memiliki ketahanan terhadap hoaks karena sejak dini telah diajarkan bagaimana mencerna informasi.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, dalam kesempatan itu turut mengajak masyarakat Indonesia untuk merajut kembali persatuan Indonesia yang dijiwai semangat peduli dan berbagi. Bergotong-royong tanpa membedakan suku, agama, serta golongan.

“Dengan kerja sama harapannya mampu mencapai prestasi bangsa Indonesia maju dan gemilang,” katanya.

Untuk merajut kembali persatuan Indonesia, Sultan menyebutkan pentingnya untuk mengaktualisasila Pancasila. Pancasila tidak hanya dilambungkan dalam gagasan semata, tetapi dibawa ke dunia nyata untuk merekatkan berbagai perbedaan. “Pancasila jangan hanya dijadikan mitos, tetapi ideologi praktis untuk merajut persatuan bangsa di tengah tarikan globalisasi,” ucapnya.

Sumber Berita :

JEMPOL JANGAN LEBIH CEPAT DARI PIKIRAN

Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung Gerakan #SatuJutaTumbler Indonesia Bersih, Generasi Bijak Plastik.  Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, gerakan #SatuJutaTumbler dan Generasi Bijak Plastik merupakan wujud edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia.  

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak dan menginspirasi masyarakat agar bagaimana seminimal mungkin, menggunakan wadah plastik untuk kepentingan sehari-hari kita,” kata Sekjen Niken saat Acara Gerakan Satu Juta Tumbler di Area GBK Senayan, Jakarta, Minggu (28/7/2019). 

Dalam kegiatan hasil kolaborasi Kementerian Kominfo, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, Sekjen Niken memaparkan hasil penelitian University of Georgia yang menempatkan Indonesia dalam urutan kedua sebagai negara dengan jumlah sampah plastik terbanyak. “Ini tentunya sampah yang ada di darat dan lebih banyak juga sampah yang dibuang ke laut,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Sekjen Niken menjelaskan, penumpukan sampah yang begitu banyak, tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tetapi juga keanekaragaman hayati di Indonesia.  

“Banyak ikan-ikan dan kura-kura mati karena makan sampah plastik. Kalau ikan makan sampah plastik kemudian dikonsumsi manusia, maka dalam jangka panjang tentu akan berpengaruh pada kesehatan manusia,” jelasnya. 

Oleh karena itu, Niken mengajak warga Indonesia untuk mengurangi sampah plastik agar tidak membahayakan kehidupan manusia. “Karena sampah plastik ini tidak bisa terurai dalam waktu dekat, atau bahkan sampai puluhan tahun. Kalau setiap hari kita menambah sampah plastik, maka ini akan membahayakan bagi kehidupan manusia,” tambah Niken. 

Kegiatan tersebut dihadiri Rosa Vivien Ratnawati selaku Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Deputi IV Kemenko Maritiman Safri Burhanudin, serta inisiator dari Gerakan #SatuJutaTumbler Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Kominfo Septriana Tangkary. **

LINK BERITA

SATU JUTA TUMBLER

Jakarta, Kominfo – Pemerintah terus berkomitmen menggencarkan sejumlah kampanye mengurangi sampah plastik. Komitmen untuk menekan sampah plastik tersebut digaungkan melalui gerakan Nasional Indonesia Tanpa Sampah Palstik dengan menggunakan Tumbler. Gerakan diinisiasi oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Kemenko Maritiman, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  

Sekjen Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, sebagai Governance Public Relation, Kementerian Kominfo merasa perlu mengambil peran penting dalam upaya memberikan edukasi dan sosialisasi. Yakni tentang bahayanya sampah plastik bagi masa depan generasi Indonesia.

“Kementerian Kominfo yang bertugas sebagai Government Public Relation atau Humas Pemerintah, mengajak generasi millennial, dan masyarakat umum untuk mari bergabung dalam gerakan Satu Juta Tumbler,” kata Niken di acara Satu Juta Tumbler untuk Indonesia Bersih di Area Stadion GBK Senayan, Jakarta, Minggu, (28/7/2019).

Sekjen Niken mengimbau agar generasi penerus bangsa dan masyarakat umum, diharapkan dapat mengurangi pemakaian produk plastik yang menjadi faktor utama banyaknya sampah plastik di Indonesia. 

“Kalau setiap hari kita tidak menggunakan kemasan-kemasan plastik, maka ini akan mengurangi produk dari sampah plastik itu. Jadi hari ini kita mulai sosialisasi dan memberikan edukasi melalui acara hari ini yang diikuti oleh 1.500 orang,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Ditjen IKP Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan, Kementerian Kominfo bersama dengan Kemenko Maritiman, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan menggelar kegiatan yang sama di 9 kota besar di Indonesia.    

“Kita akan mulai laksanakan pertama di Jakarta, kemudian nanti juga di Surabaya, Bandung, Semarang, Jogja, Lampung, Medan, Pontianak, Sulawesi dan Papua Barat. Jadi harapan kita nanti Satu Juta Tumbler ini dari semua kalangan seperti ibu-ibu rumah tangga, orang tua untuk anaknya, dan semua orang yang ke kantor sudah menggunakan Tumbler,” kata Septriana.

“Saya tau anak-anak milenial dan seluruh masyarakat tau banget bagaimana indahnya Indonesia tanpa sampah plastik. Nah, untuk itulah kami dari Kementerian Kominfo bersama-sama dengan Kementerian terkait, kita gerak bersama menjadikan Indonesia Satu Juta Tumbler,” tambahnya **

LINK BERITA

INDONESIA TANPA SAMPAH PLASTIK

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (tengah) berbincang dengan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar (dua kiri), Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (kanan) dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar MT (kiri) seusai penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) tentang pembangunan kota cerdas (smart city) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (30/7/2019). Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Pemerintah kabupaten Aceh Tengah, Aceh Barat Daya, LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menandatangani MoU implementasi gerakan menuju smart city, pelayanan publik melalui optimalisasi penggunaan SP4N-LAPOR!, SIPP, dan e-learning kode etik ASN dan aplikasi e-kinerja. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.

Banda Aceh, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan aplikasi untuk penerapan kota cerdas atau smart city. 

“Infrastruktur tersebut menjadi pondasi smart city. Selanjutnya mengenai aplikasi, studi tiru dengan yang telah ada di daerah lain, lalu sesuaikan dengan kebutuhan daerah,” tuturnya usai menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Banda Aceh dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), di Banda Aceh, NAD, Selasa (30/7/2019).

Menteri Rudiantara mengharapkan MoU tersebut bisa segera ditindaklanjuti dengan Memorandum of Action (MoA). “Ini juga untuk mendukung Banda Aceh yang sudah masuk ke dalam Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia, dan tentu tidak mudah untuk masuk 100 besar,” katanya.

Menteri Kominfo menilai, Kota Banda Aceh layak untuk menerapkan Program Smart City. “Sebelumnya, kami sudah meneliti 514 kabupaten/kota mana yang berpotensi terapkan program smart city. Salah satu syaratnya yakni kemampuan ruang fiskal; APBD dikurangi biaya rutin atau biaya yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Terus kotanya sustainable atau tidak. Dan Banda Aceh saya nilai layak dan punya kapasitas untuk menerapkan program smart city,” jelasnya.

Secara khusus, Menteri Rudiantara juga mendorong pemanfaatan TIK di segala sektor pembangunan. “Misalnya di sektor kesehatan; sediakan internet di setiap puskesmas sehingga data semua pasien terinput. Jadi saat hendak berobat, masyarakat tidak ditanya lagi soal administrasi tapi langsung ke keluhan pasien. Begitu juga di sekolah-sekolah dan kantor pemerintah. Dengan program smart city, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik,” pesannya.

Berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur dan keindahan kota, Menteri Kominfo meminta setiap Banda Aceh mengaturnya dengan tegas. 

“Saya mendorong Pak Wali untuk menerbitkan Perwal yang mengatur semua kabel utilitas harus di bawah tanah. Dengan begitu, kotanya semakin indah dan aspek pemeliharaan juga lebih mudah,” katanya.

Penandatanganan MoU antara Pemkot Banda Aceh dengan APJII dilakukukan oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dengan Ketua APJII Jamalul Izza. Selain itu Walikota Aminullah Usman juga MoU bersama dengan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar. 

Di tempat yang sama, Walikota Banda Aceh juga meneken MoU dengan Ketua Yayasan Penguatan Partisipasi Inisiatif Masyarakat Indonesia (Yappika) yang diwakili oleh Firman Mujadid serta Ketua Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Askhalani.

Walikota Banda Aceh Aminullah bertekad menjadikan pelayanan publik semakin simple serta mudah dan memangkas rantai birokrasi sebagaimana diamanahkan oleh Presiden Jokowi pada berbagai kesempatan. “Apalagi Banda Aceh sudah terpilih sebagai salah satu pilot project smart city di Indonesia,” tegasnya.

Melalui MoU antara pemerintah daerah dan APJII ini, Aminullah berharap dapat , menyinergikan program untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota cerdas  yang berkesinambungan. “Kami sangat mengharapkan peran APJII sebagai kolaborator antara kami dengan mitra APJII yang kami yakin sangat berkompeten di bidangnya,” katanya.

Bahkan kerja sama tidak hanya di bidang infrastruktur, namun juga ke sektor lainnya. “Misalkan terkait infrastruktur, pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM serta sektor lainnya. Dengan hal tersebut kami harapkan agar kami yang di Aceh ini akan sama infrastruktur dan kualitas SDM-nya dengan saudara-saudara kami yang ada di Pulau Jawa,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Walikota juga memohon kepada Menteri Kominfo untuk membantu pembangunan Gedung Network Operating Center yang representatif di Banda Aceh. “Gedung tersebut akan menjadi tempat untuk mengawasi, mengendalikan, serta mencatat aktivitas jaringan yang sedang berlangsung. serta untuk memastikan semua layanan berjalan semestinya dan data-data antar SKPK dapat dimanfaatkan secara bersama dalam mendukung kami untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” paparnya.

Mengenai kecepatan akses internet di Banda Aceh, secara khusus Aminullah mengharapkan dibangun internet exchange.  “Dan terakhir pengharapan kami agar Pak Menteri berkenan membentuk atau menyetujui pembentukan Aceh Internet Exchange di Kota Banda Aceh. Hal ini tak lain dan tak bukan agar kecepatan internet di Aceh setara dengan daerah lain di Indonesia,” harapnya.

Dalam kesempatan itu ditandatangani empat nota kesepahaman atau MoU. Nota kesepahaman antara Pemkot Banda Aceh dan APJII memuat tentang Implementasi Gerakan Menuju Banda Aceh Smart City. Kemudian antara Pemkot Banda Aceh dan Pemkab Aceh Tengah tentang pengembangan smart city dan e-government, dan dengan Pemkab Abdya tentang Replikasi Aplikasi E-kinerja.

Adapun MoU antara Pemko Banda Aceh dan Yappika serta GeRAK memuat tentang pelaksanaan program pelayanan publik melalui optimalisasi penggunaan SP4N-LAPOR!, SIPP, dan e-learning kode etik ASN di Kota Banda Aceh. 

LINK BERITA

SMART CITY GANDENG PIHAK KETIGA

Padang, Kominfo – Pedagang Kota Padang antusias menyambut Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online. Selama 12 hari pelaksanaan, ditargetkan lebih dari 2000 UMKM akan melapak di berbagai marketplace. Satu lagi kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Padang dan Relawan Pandu Digital untuk menjadikan pedagang punya lapak online (onboard) agar mampu mengembangkan pasar lebih luas di ranah digital.

Relawan Pandu Digital, Hendra (22) menuturkan pedagang sebetulnya sangat antusias saat diberikan sosialisasi dan pendampingan untuk memulai bisnis online. “Bahkan banyak pedagang yang mendatangi booth hanya untuk di-boarding-kan. Kendala yang sering didapati adalah kurang stabilnya sinyal data ketika berada di dalam gedung pasar. Kendala ini bisa disikapi dengan mengajak mereka datang ke booth Kominfo,” ujarnya di salah satu pasar rakyat Kota Padang, Selasa (30/7/2019).

Respons pedagang itu membuat Relawan Pandu Digital Kota Padang optimistis dan semangat untuk mendaftarkan sebanyak-banyaknya pedagang ke marketplace. 

Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan, Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Puti Adella Elvina,  yakin program Grebeg Pasar mampu meletakkan pondasi bagi para pedagang untuk memasuki era digital.

“Saya sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Grebeg Pasar UMKM Go Online dirancang sebagai pondasi awal agar para UMKM dapat bermain di kancah digital. Semakin banyak dan merata (pedagang pasar) yang bergabung maka marketplace akan lebih ramai oleh pedagang UMKM,” tuturnya.

Menurut Puti Adelia, hingga hari kedua relawan Pandu Digital mampu memboardingkan 249 UMKM Pasar Belimbing Kota Padang. Ia memperkirakan selama 12 hari pelaksanaan lebih dari 2000 UMKM di Kota Padang akan melapak di berbagai marketplace di Indonesia.

“Saat ini kami fokus untuk memboardingkan para pedagang ke marketplace. Tapi saya berharap setelah ini mereka langsung gencar berjualan sehingga nantinya menjadi active seller. Saya juga kembali mengingatkan kepada marketplace agar siap melanjutkan usaha kami dengan pendampingan yang lebih intensif kepada para UMKM ini,” lanjut Ade.

Rangkaian Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Kota Padang dilaksanakan pada 24 Juli sampai dengan 6 Agustus 2019.  Sedikitnya enam pasar di Kota Padang akan disambangi oleh kegiatan ini. Sebanyak 24 relawan Pandu Digital akan mendatangi satu per satu kios untuk membantu pedagang memiliki toko online

LINK BERITA

UMKM GO ONLINE

Kementerian Kominfo menyediakan informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid serta @infokompmk. Aplikasi android ‘Anak Sehat’ juga bisa diunduh dan digunakan sebagai alat pantau digital pada tumbuh kembang anak.

Ende, Kominfo – Perempuan menjadi kunci dalam upaya untuk menurunkan angka prevalansi anak balita pendek atau stunting di Indoenesia. Melalui pendekatan 3P (Peduli, Pahami dan Partisipasi), Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong remaja perempuan lebih aktif dalam upaya mencegah terjadinya stunting akibat kurang gizi.

Peduli berarti masyarakat peduli dengnan sekitar, terutama kondisi kesehatan keluarga. Pahami, sebanyak mungkin informasi terkait stunting. Terakhir, Partisipasi, mari Bersama-sama berperan aktif menyukseskan gerakan sadar stunting,” ungkap Kasubdit Informasi Kesehatan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Marolli J. Indarto, dalam Forum Sosialisasi Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) di Kabupaten Ende, Kamis (1/8/2019). 

Menurut Marolli, stunting yang menjadi permasalahan pemerintah Indonesia dinilai mengkhawatirkan. terlebih Indonesia sedang bersiap menghadapi bonus demografi pada tahun 2030.

“Isu stunting ini harus ditanggulangi bersama karena persiapan menyambut bonus demografi harus dimulai dari sekarang. Potensi bonus demografi akan sia sia apabila Sumber Daya Manusia mengalami stunting. Karena pada tahun 2030, diperkirakan 68% penduduk Indonesia adalah penduduk usia produktif yang akan menjadi penyangga ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

“Stunting merupakan masalah kesehatan pada anak secara menahun (kronis) sehingga menggangu pertumbuhan fisik dan otak. Stunting bukanlah isu sederhana, dan pencegahannya memerlukan prioritas. Stunting pada anak sangat dipengaruhi pola konsumsi ibu yang terakumulasi dalam jangka Panjang, yakni sejak usia remaja,” jelas Marolli.

Stunting merupakan masalah kesehatan pada anak secara menahun (kronis) sehingga mengganggu pertumbuhan fisik dan otak. Isu itu sangat kompleks, oleh karena itu pencegahannya memerlukan prioritas. Pada anak,  kejadian stunting  dipengaruhi pola konsumsi ibu yang terakumulasidalam jangka panjang, yakni sejak usia remaja. Selain itu, pernikahan dini ternyata menjadi salah satu penyebab stunting yang ditengarai merugikan negara hingga Rp260 Triliun. 

Melalui Forum Sosialisasi Genbest ini, para peserta mampu memahami pola konsumsi dan asupan gizi seimbang sebagai upaya meningkatkan pemahaman akan pentingnya isu stunting. Selain melalui forum GenBest, informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, dan  tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial  @genbestid serta @infokompmk. Aplikasi android ‘Anak Sehat’ juga bisa diunduh dan  digunakan sebagai alat pantau digital pada tumbuh kembang anak.

LINK BERITA

CEGAH STUNTING

Menteri Kominfo Rudiantara di acara Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (6/8/2019) malam. – (AYH)

Jakarta, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi pengabdian dan perjuangan Tim Nusantara Sehat. Mereka melaksanakan misi kesehatan dan kemanusiaan di daerah-daerah terpencil Indonesia.

Melihat perjuangan anggota Nusantara Sehat yang menjalankan tugasnya melalui tayangan video pendek, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, Kementerian Kominfo juga merasakan perjuangan yang sama selama membangun akses internet dan BTS di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil).

“Apresiasi saya kepada Nusantara Sehat yang berjuang di lapangan. Saya sangat mengetahui perjuangan teman-teman, karena kami pun kalau memasang internet dan BTS seluler, juga mengikuti jalur yang sama seperti dilalui oleh teman-teman,” kata Rudiantara di acara Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (6/8/2019) malam.

Bahkan, selama proses pembangunan akses internet dan BTS (Base Transceiver Station) utamanya di daerah 3T, seringkali mengalami kesulitan seperti akses jalan untuk kendaraan. “Sehingga tim operasional terpaksa harus menggunakan kerbau agar memastikan proses pemasangan terus berlangsung,” ungkap Rudiantara. 

Kondisi itu juga yang dirasakan oleh Tim Nusantara Sehat. Nusantara Sehat yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan kepada anak muda negeri untuk melayani persoalan kesehatan masyarakat di pedesaan.

Menteri  Rudiantara menuturkan, berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun Indonesia, tidak hanya dirasakan oleh Kementerian Kominfo maupun Kementerian Kesehatan, tetapi juga Kementerian dan lembaga lain.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, dirinya mengatakan hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintahan Jokowi-JK yang menerapkan prinsip kebijakan keberpihakan kepada masyarakat. 

“Jadi tantangan itu bukan hanya di Kominfo, di semua Kementerian yang membangun infrastruktur, pola pikirnya sama yaitu mempunyai kebijakan keberpihakan jangka panjang yang sifatnya permanen. Itulah pemerintahan saat ini yang kita jalankan,” imbuhnya

Sebagai bentuk komitmen dan mendukung perjuangan ratusan anggota Nusantara Sehat selama bertugas di pelosok negeri. Rudiantara menambahkan, Kementerian Kominfo akan menyiapkan kebutuhan akses internet di lokasi yang belum terhubung, agar pelayanan kesehatan masyarakat berjalan dengan baik.

“Kalau di lokasi penempatan teman-teman yang belum masuk (akses internet), nanti kita tambahkan. Tapi untuk membangun semuanya, kita perlu bertahap sampai satelit kita akhir 2022 nanti. Setelah itu, mau minta dimanapun kita kasih, karena memang tujuannya semua fasilitas pelayanan masyarakat kita akan bereskan semua,” ungkapnya. 

Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat yang bertajuk “Wujudkan Indonesia yang Lebih Sehat” ini, juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sekjen Kemendesa Anwar Sanusi, serta pejabat eselon lingkup Kementerian Kesehatan. **

Jakarta, Kominfo – Untuk membumikan program digitalisasi di kalangan masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat komunikasi dan komunitas siber. Ada komunitas yang terbagi atas masyarakat umum, artis, pelaku ekonomi, dan lainya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti di hadapan aparatur sipil negara (ASN) dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Evaluasi Reformasi Birokrasi” di Ruang Auditorium Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

“Sehingga ke depan, digitalisasi internet tidak hanya untuk chatting dan media sosial semata. Tapi juga untuk pemberdayaan dan sosialisasi program. Pada level tertentu, Kemkominfo telah melakukan yang berstandar internasional,” jelas Niken.

Menurut Sekjen, Kemkominfo juga membuat digital talent untuk mengakselerasi perkembangan digital yang begitu cepat. Hal itu dilakukan karena fakta di lapangan masih adanya gap antara lulusan industri. Di perguruan tinggi, perubahan kurikulum membutuhkan waktu yang lama.

Demi menjawab kebutuhan itu, Sekjen Niken menjelaskan, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan perusahaan internasional melakukan ToT (training of trainer) untuk para dosen di perguruan tinggi negeri.

“Kita bekerja sama dengan 30 perguruan tinggi negeri dan 28 swasta. Berstandar internsional. Beasiswa sudah berjalan selama tiga bulan. 25 ribu orang yang kemudian lolos masuk ke tahap berikutnhya. Isi programnya di antaranya big data, cyber security, dan lainya,” ulas Niken.

Apakah ada aparat sipil negara (ASN) yang bisa mengikuti pelatihan ini? Sekjen Kemkominfo menjawab bisa. Pelatihan ini terbuka untuk umum. Ada beberapa level, seperti siswa SMK, guru-guru, online, dan untuk masyarakat yang sudah ekspert. Digital stkill Kemkominfo menyiapkan beasiswa di luar negeri, baik S2 maupun S3.

“Untuk tahun ini, khusus beasiswa ini dikirim ke China dan India. Kita kirim ASN kesana. Kami juga menyelenggarakan leadership akademi. Ini merupakan akademik untuk semuanya. Kami melakukan kompetensi masing-masing ASN untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang memudahkan pegawai ekosistem untuk pelayanan prima,” papar Niken.

Contohnya, Sekjen mengungkapkan, ada seorang staf yang 4 tahun bekerja bisa menciptakan e-klinik. Dari masuk pendaftaran dan memberikan obat bisa dilakukan di satu tempat. Dengan e-klinik orang tidak perlu antri. Tinggal buka aplikasi dan sampaikan keluhannya. Sehingga, orang tidak perlu antri lagi. Dia cukup datang saat antriannya sudah terdeteksi.

“Selain itu, ada juga eselon 4 yang menciptkan aplikasi kenaikan pangkat dan pensiun. Eselon 4 ini menciptakan tanda tangan digital. Dengan tanda tangan digital, sekali klik bisa langsung tanda tangan ratusan dokumen. Tanda tangan ini juga dihubungkan dengan OJK. Ini juga tanda tangan yang terverifikasi. Inilah digital talent yang dilakukan oleh karyawan kominfo,” ulas Niken.

Selain itu, Sekjen kembali menjelaskan, juga membuat aplikasi stunting. Untuk mengetes anak terkena gizi buruk atau tidak. Banyak aplikasi yang diciptakan oleh ASN itu sendiri. ASN berlomba dalam menciptakan aplikasi. Tahun depan, Kemkominfo akan membuka 50.000 talent schoolarship.

“Ada alokasi untuk ASN di dalam digitalisasi ini. ASN yang level mana. Pelatihan apa yang diperlukan untuk ASN di kementerian atau daerah,” pungkas Niken.

Hadir juga sebagai narasumber dalam FMB’9 kali ini antara lain Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto.

LINK BERITA

DIGITALISASI UNTUK PEMBERDAYAAN