Home » BERITA » Perangi Kabar Bohong, Kominfo Bakal Rilis “Lambe Hoaks

Perangi Kabar Bohong, Kominfo Bakal Rilis “Lambe Hoaks

Jakarta, Kominfo – Sebaran hoaks dan dampak yang makin massif di Indonesia membutuhkan pendekatan dan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Apalagi saat ini, keberadaan teknologi informasi dan komunikasi membuat sebaran hoaks makin berlipat ganda.

Platform media sosial dan pesan instan menjadi media utama penyebaran hoaks. Pelaku membuat konten sedemikian rupa untuk mempengaruhi masyarakat. Guna mengimbangi dan merebut perhatian masyarakat di media sosial serta meningkatkan kesadaran akan hoaks, Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika mengembangkan tayangan “Lambe Hoaks”.

Plt. Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu mengatakan konten yang ditayangkan dalam Lambe hoaks merupakan kumpulan hasil identifikasi hoaks yang dilakukan oleh Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika selama sepekan. Berita hoaks tersebut nantinya akan diinformasikan secara berkala kepada masyarakat.

“Lambe hoaks itu program baru di Biro Humas Kominfo yang akan kami tayangkan mungkin mulai minggu depan, bentuknya adalah format tayangan TV yang menampilkan seorang pembawa acara Miss Lambe Hoaks salah satu karaker yang kami siapkan. Dia nanti akan tampil di studio dan disebarkan melalui media sosial Kementerian Kominfo serta GPR TV,” kata Ferdinandus di Kantor Kominfo, Selasa (15/1/2019).

Media televisi menjadi pilihan agar bisa menjangkau khalayak yang lebih luas, sehingga Biro Humas Kominfo menginisiasi membuat Lambe Hoaks agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya melalui platform media sosial.  

“Lambe Hoaks ini akan menampilkan informasi-informasi seputar hoaks yang kami kumpulkan selama satu pekan, jadi hoaks yang berhasil dikumpulkan oleh mesin pelacak AIS Kominfo, kemudian ditampilkan oleh Miss Lambe Hoaks sebagai pembawa acara, kita juga tayangkan di seluruh platform media sosial dan sejumlah stasiun TV,” ungkap Ferdinandus Setu. 

Setiap hari, Kementerian Kominfo menerima informasi aduan konten hoaks. Kemudian aduan yang diterima melalui tiga jalur, yakni melalui mesin pelacak, aduan masyarakat dan laporan atau surat edaran dari instansi atau lembaga pemerintahan itu diverifikasi untuk dikaji kebenarannya.

“Yang melaporkan informasi hoaks bisa lebih dari seratus per pekan, karena instansi yang terlibat seperti Kemendagri, Kementerian Hukum dan HAM, dari BNPT terkait isu-isu terorisme, BNN terkait isu-isu narkoba, dan hampir semua instansi mencakup kementerian dan lembaga lingkup pemerintah maupun swasta,” kata Ferdinandus

Ferdinandus Setu menegaskan, Kementerian Kominfo berupaya mengurangi penyebaran hoaks karena adanya potensi dampak perpecahan bangsa akibat hoaks. Selama ini, pemerintah telah berupaya pemerintah menyampaikan berbagai klarifikasi kepada masyarakat. Namun, ternyata dibutuhkan kreativitas yang lebih baik lagi untuk memerangi kabar bohong secara bersama-sama.

“Agar masyarakat makin sadar bahwa hoaks ini berbahaya, jadi kami kemas dengan cara yang lebih menarik, kita tidak hanya fokus ke hoaks politik, meskipun menjadi perhatian cukup serius tapi secara umum hoaks dalam bentuk apapun yang berhasil dijaring oleh Kominfo,” jelas Ferdinandus.

Lambe Hoaks adalah program hasil kolaborasi dan sinergi antara Biro Humas Setjen, Tim Aduan Konten Aptika, dan GPR TV Ditjen IKP Kementerian Kominfo. 

Program mingguan ini akan menayangkan Miss Lambe Hoaks sebagai Tokoh Utama yang akan melaporkan hasil pantauan mingguan dari Tim Aduan Konten. Dengan keceriwisan dari tokoh utama yaitu Miss Lambe Hoaks, program ini akan memceritakan pandangan terkini yang tengah menjadi perbincangan para warganet/netizen di seluruh platform media sosial baik dari Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram maupun portal/website yang informasinya tidak bisa dipertanggung jawabkan. 

Program Lambe Hoaks ini diproduksi pada hari kerja setiap minggunya dan akan ditayangkan melalui saluran media utamanya yaitu GPR TV serta saluran Media Sosial Kementerian Kominfo yang lain seperti Youtube, Instagram, Twitter, maupun Facebook. Dengan hadirnya program terbaru dan unggulan hasil kolaborasi dari tiga satuan kerja Kementerian Kominfo ini diharapkan dapat memberikan tayangan yang fresh dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dimanapun berada.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*