RADIO DAN PERANANNYA KETIKA SEMUA AKSES INFORMASI DIBLOKIR

Belum selesai pemblokiran situs media sosial paling populer sejagad, Facebook oleh pemerintah, sebagai antisipasi penyebaran informasi hoaks, kini kembali kita dikejutkan lagi dengan pemblokiran Whatsapp. Dua jaringan komunikasi yang paling populer di Indonesia ini, mengakibatkan matinya komunikasi dan akses informasi milenial saat ini.

Pembatasan media sosial dan layanan perpesanan seperti WhatsApp dan lainnya ini bertujuan untuk mencegah penyebaran informasi hoax yang tak terkendali agar negeri ini tetap aman tak hanya dengan aparat keamanan yang akan diperketat tapi juga perlu peran masyarakat. Ketika masyarakat tidak termakan hoaks dan rasional, ini sudah membantu keamanan negeri ini.

Meskipun Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap, namun mengindikasikan ketergantungan masyarakat Indonesia umumnya dan Ngada pada khususnya akan informasi yang bena-benar resmi. Pemblokiran media sosial juga mengajak kita untuk banyak belajar peristiwa serupa dan berupaya bagaimana melakukan antisipasi jika layanan informasi menggunakan satelit diblokir atau rusak karena adanya kejadian bencana atau kejadian darurat lainnya.

Pada bagian lain, yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan dalam suasana urgen/genting seperti itulah maka kemudahan konektivitas, koordinasi antar elemen terkait sangat dibutuhkan, termasuk layanan informasi faktual terkini guna memberikan kepastian suasana, meredam rasa panik warga sehingga memperlancar langkah-langkah pertolongan darurat hingga penanganan pasca-bencana. 

Perlu dipahami bahwa saat ini dengan dibatasinya akses media sosial dan aplikasi hanya medium radio satu-satunya sarana komunikasi yang masih bisa difungsikan. Sarana komunikasi lain yang lebih modern pun hampir semuanya non-aktif mengingat intensifnya kegiatan pemblokiran oleh pemerintah.

Radio LPPL RSPD Ngada, patut dibanggakan keberadaannya. Stasiun radio siaran ini yang masih bertahan dan terus mengudara di tengah sepi/sunyinya arus informasi. Terutama dalam siaran-siarannya yang tak henti menyiarkan berita terkini dengan menempatkan reporternya di berbagai lokasi.

Isu dan “kabar bohong” ataupun berita hoaks tentang segala sesuatu nantinya dapat diredam. Satu-satunya informasi resmi hanya berasal dari siaran radio. Informasi dan berita radio benar – benar dapat dipertanggungjawabkan sumber berita dan informasinya.

Berangkat dari catatan peristiwa di atas, maka dalam suasana urgen/mendesak seperti terjadinya bencana alam atau bencana lain sangat dibutuhkan informasi yang dapat memperlancar pertolongan dan penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, satu-satunya alat komunikasi untuk menyebarkan dan berbagi informasi tercepat, efisien, mampu menjangkau area/lokasi darurat bencana hanyalah medium radio. Kehadiran radio sebagai sarana komunikasi punya kelebihan bisa menyampaikan informasi terkini kepada khalayak luas. Walaupun medium ini termasuk kategori sebagai media konvensional atau sebagai media tradisional, tetapi dilihat dari fungsinya sebagai sarana komunikasi sampai saat ini masih punya sisi kelebihan dibanding media lainnya. Dalam perkataan lain, radio masih dibutuhkan terutama ketika terjadi pemblokiran jaringan akses internet maupun keadaan darurat lainnya.

(DariBerbagaiSumber/ByJack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *